Prinsip inilah yang akan kita jalani saat usia kita remaja. Merokok di jaman sekarag bagi khususnya anak remaja memang sudah wajar dilakukan. Tapi tetap saja merokok masih dianggap belum waktunya menurut kata orang-orang tua. Mereka berpendapat seperti itu karena anak remaja belum bisa cari uang dan masih minta kepada orang tua,jadi merokok untuk mereka dilarang.Tapi menurutku,ini bukan masalah boleh atau belum bolehnya merokok… tapi ini merupakan pola pikir untuk melakukan hal itu. Didalam masalah ini kita ditunutut kesadarannya dalam masalah merokok.
Merokok merupakan suatu tindakan yang merusak diri sendiri dan ini sangat tidak diperbolehkan dalam agama. Memang sich merusak,tapi mengapa pemerintah memperbolehkan para pabrik rokok untuk berdagang..!!?
Inilah yang terjadi saat ini..dan ini bisa begini karena bea cukai dari rokok sangat besar untuk pemerintah. Oleh sebab itu pemerintah hanya dapat menganjurkan saja untuk tidak merokok seprti yang tertulis disetiap bungkus rokok. Dan pemerintah tidak mau melepas pemasukan yang sangat besar ini.. huuuh… capeck dech buk….
Sebenarnya merokok itu perlu atau nggak sich! Pertanyaan inilah yang akan timbul dalam benak kita saat berpola pikir jernih dalam menghadapi masalah ini. Kita kembali pada factor yang mempengaruhi kita dalam merokok. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena “gengsi” karena tidak ingin dianggap bencong oleh teman-teman kita.
Memang sich hal itu memang sangat menjengkelkan kita tiap kali kumpul sama temen. Tapi disinilah awal dari semuanya,apakah kita betah dengan semua ejekan itu atau kita mulai mencoba-coba untuk merokok. Dan inilah pebedaan dua jalur prinsip yang kita tempuh dalam hal merokok.
Dan ini tergantug dari diri masing-masing untuk memilih merokok atau tidak!



22.59
whibee
Posted in:
1 comments:
mmmm...
Posting Komentar